Memang aku tak sempurna
Tak seperti yang kau inginkan
Tak seperti yang engkau harapkan
Mungkin takdirku harus begini,
Tinggalkan semua kenangan
Yang telah kita lalui bersama
Ku coba bertahan, tak usa mampu
Aku harus bangkit lagi
Tak ingin terjatuh kembali
Harus ku percaya
Harus ku yakini
Akan indah pada waktunya
Aku harus tetap berdiri
Tak tenggelam dalam sepi
Sungguh ku tak ingin
Oh ku tak ingin terulang kembali
Seperti cinta sia sia
Senin, 20 April 2015
Kamis, 16 April 2015
pendakian gunung semeru 3676 mdpl
Gunung Semeru atau Sumeru adalah sebuah gunung berapi kerucut di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung Semeru merupakan gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Gunung Semeru secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.
perjalanan dimulai dari basecamp ranupani. kala itu tim kami nyampai di basecamp pukul 5 sore. dan sayangnya harus menginap di basecamp terlebih dahulu dikarenakan pendakian dibuka dari jam 09.00 wib sampai pukul 14.00 wib.
sampailah di watu rejeng dan perjaanan kami lanjutkan menuju ranukumbolo.
pemandangan yang sangat indah, persis seperti di film 5cm.
perjalanan dimulai dari basecamp ranupani. kala itu tim kami nyampai di basecamp pukul 5 sore. dan sayangnya harus menginap di basecamp terlebih dahulu dikarenakan pendakian dibuka dari jam 09.00 wib sampai pukul 14.00 wib.
sampailah di watu rejeng dan perjaanan kami lanjutkan menuju ranukumbolo.
pemandangan yang sangat indah, persis seperti di film 5cm.
dari ranukumbolo kita akan melewati bukit untuk menuju oro oro ombo.
oro oro ombo-cemoro kandang
cemoro kandang-kalimati
kalimati-arcopodo
arcopodo-puncak mahameru
Pendakian gunung merapi versi ke 2
memprihatinkan kadang melihat realita sekarang ini banyak pendaki karbitan yang ingin diakui kehebatanya dengan mendaki gunung. Lantas jika mereka tidak mempunyai ilmu tentang pendakian, cara bertahan hidup dll bagaimana...
jangan gegabah kawan, mendaki itu tak mudah, namun juga tak sulit sebenarnya jika kita mau belajar.
alam selalu mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas semua nikmat dan karuni yang allah ciptakan.
trimakasih ya allah.. engkau telah memberi kami kesempatan untuk melihat indahnya ciptaan mu..
Pendakian gunung merapi 2968 mdpl
Gunung Merapi (ketinggian puncak 2.968 m dpl, per 2006) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api
teraktif di Indonesia.
Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya
berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah,
yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di
sekitar puncaknya menjadi kawasanTaman Nasional
Gunung Merapi sejak
tahun 2004.
Jalur Selo (1600 m dpl)Jalur ini mulai pada ketinggian ±1600 m merupakan lintasan terpendek menuju puncak, membutuhkan waktu rata-rata 4 jam. Pendakian dimulai dari Joglo II di atas Desa Plalangan, Kec. Selo, Kab. Boyolali.
Part 1
Untuk menuju desa plalangan, kami para pendaki dari batang jawa tengah mengendarai sepeda motor melalui semarang-salatiga-solo-boyolali. kemudian kami mendarat di basecamp barameru dan beristirahat sejenak.
perjalanan kami mulai tengah malam sekitar jam 01.00 wib. sangat menyenangkan, track nya tidak terlalu sulit. hanya kondisi tanah yang sangat kering yang membuat sesak pernafasan dikarenakan banyak debu yang masuk kedalam hidung. mengingat waktu itu kami mendaki saat musim kemarau.
Pagi itu, langkah kami mungkin terlalu pelan hingga tak sempat menyantap sunrise di pasar bubrah, namun setidaknya kami bisa menikmati sunrise di tengah perjalanan kami.
Langkah demi langkah kita jalani dengan suguhan pemandangan yang sangat menawan kala itu.
kita yakin kita bisa, pasti bisa. tak ada yang tidak mungkin disini. keyakinan harapan semuanya jadi satu demi puncak merapi.
hamparan pasir membentang, akhirnya kita sampai pada pasar bubrah
demi menuju puncak, meskipun sudah kesiangan kita nekat untuk tetep sampai puncak.
akhirnya kesampaian juga wisuda di gunung. hehehee.. ini sudah saya anggap puncak karena udah bisa liat kawah di bawah. meskipun gak sampai pucuk situ
Jumat, 03 Oktober 2014
Air Terjun Pagilaran

Pagilaran- mendengar kata ini pasti yang terlintas adalah hamparan kebun teh. Tak hanya itu kawan, Batang masih memiliki keindahan alam yang lainnya, yaitu Air Terjun.di area Pagilaran sendiri terdapat 3 air terjun yang sangat indah. pada umumnya, wisatawan hanya mengenal 1 air terjun saja, yaitu air terjun binorong.
Kebun Teh Pagilaran - Batang
Pemandangan alam yang berisi hamparan kebun teh menjadi salah satu kebanggan masyarakat batang. disana juga terdapat air terjun dan danaunya yang menawan.
Kamis, 18 September 2014
Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar
Semarang,
27 Agustus 2014
Kepada
Yth. PT.Bank BRI
Jl. Teuku Umar No.24
Semarang
Hal : Lamaran Pekerjaan
Dengan hormat,
Yang
bertandatangan di bawah ini:
Nama : Roviana Fanata Risqi
Tempat,
Tanggal Lahir : Batang, 21 Desember
1992
Usia : 22
tahun
Pendidikan
Terakhir : Sarjana Pendidikan
:
Pendidikan
Fisika
Alamat
: Jl. Yos Sudarso Gang
durian no.16 rt.06 rw.o1 Kasepuhan Batang
Telepon : 089668341000
Berdasarkan info kerja disnakertrans, saya bermaksud mengajukan lamaran kerja pada
perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin untuk menempati posisi sebagai Mantri.
Dengan bekal kemampuan yang saya miliki diantaranya
mampu mengoperasikan komputer, Microsoft Word,
Exel dan lain-lain. Saya dapat bekerja keras, rajin
dan jujur, dapat bekerja secara mandiri maupun tim.
Sebagai bahan pertimbangan,
saya lampirkan beberapa berkas sebagai berikut:
1.
Foto Copy Ijazah
2.
Daftar
Riwayat Hidup
3.
Foto
Copy KTP
4.
Foto
ukuran
4 x 6 = 2 lembar
Demikian
surat permohonan pekerjaan ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Besar harapan
saya untuk dapat diterima di perusahaan yang Bapak / Ibu pimpin. Atas
perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Semarang, 27 Agustus 2014
Hormat Saya,
Roviana
Fanata Risqi
LEGENDA RAWAPENING
Dahulu kala, warga desa Ngebel terkejut melihat seekor ular yang sangat besar. Karena takut ular itu akan menyerang mereka,warga desa beramai-ramai menangkap ular yang bernama Baru Klinting itu. Setelah tertangkap ular itu dibunuh dan dagingnya disantap dalam sebuah pesta. Hanya satu warga desa yang tidak mereka ajak menikmati pesta itu, yaitu seorang nenek tua miskin bernama Nyai Latung.
Beberapa hari kemudian muncul seorang anak laki-laki berumur
sekitar sepuluh tahun. Ia tampak kumal dan tidak terawat, bahkan kulitnya pun
ditumbuhi penyakit. Anak itu mendatangi setiap rumah dan meminta makanan kepada
warga desa. Namun tak seorangpun memberinya makanan atau air minum. Mereka
malah mengusirnya dan mencacimakinya. Akhirnya ia tiba di rumah yang terakhir,
rumah Nyai Latung. Di depan rumah reot itu Nyai Latung sedang menumbuk padi
dengan lesung.
“Nenek,” kata anak itu, “Saya haus. Boleh minta air, nek?” Nenek
Latung mengambil segelas air yang diminum anak itu dengan lahap. Nyai Latung
memandangi anak itu dengan iba.“Mau air lagi? Kau mau makan? Tapi nenek Cuma punya
nasi, tidak ada lauk.” “Mau, nek. Nasi saja sudah cukup. Saya lapar,” sahut anak
itu. Nenek segera mengambilkan nasi dan sisa sayur yang ada. Ia juga
mengambilkan air lagi untuk anak itu, Anak itu makan dengan lahap, hingga tidak
sebutir nasipun tersisa.“Siapa namamu, nak? Dimana ayah ibumu?” “Namaku Baru
Klinting. Ayah dan ibu sudah tiada.” “Kau tinggal saja di sini menemani nenek,”
“Terima kasih, nek. Tapi saya pergi saja. Orang-orang disini jahat, nek. Hanya
nenek saja yang baik hati kepadaku.”
Baru Klinting kemudian bercerita tentang warga desa yang
tidak ramah kepadanya. Kemudian, ia pun pamit. Sebelum pergi, ia berpesan
kepada Nyai Latung.“Nek, nanti jika nenek mendengar suara kentongan, nenek
naiklah keatas lesung. Nenek akan selamat.”Meskipun tidak mengerti maksud Baru
Klinting, Nyai Latung mengiyakan saja.
Baru Klinting masuk ke desa lagi. Ia mendatangi anak-anak
yang sedang bermain. Ia mengambil sebatang lidi lalu menancapkannya ditanah.
Lalu ia memanggil anak-anak.“Ayo… siapa yang bias mencabut lidi ini?”Anak-anak
mengejek Baru Klinting namun ketika satu per satu mereka mencoba mencabut lidi,
tak ada yang berhasil. Mereka pun memanggil anak-anak yang lebih besar. Semua
mencoba, semua gagal. Orang-orang dewasa pun berkumpul dan mencoba mencabut
lidi. Tetap tidak ada yang berhasil.
Akhirnya Baru Klinting sendiri yang mencabut sendiri lidi
itu. Dari lubang ditanah bekas menancapnya lidi memancar air yang makin lama
makin banyak dan makin deras. Orang-orang berlarian kalang kabut, Salah seorang
membunyikan kentongan sebagai tanda bahaya. Namun air cepat menjadi banjir dan
menenggelamkan seluruh desa. Nyai Latung mendengar bunyi kentongan dikejauhan,
Ia teringat pesan Baru Klinting dan segera naik ke atas lesung. Baru ia duduk di
dalam lesung, air sudah datang dan makin tinggi. Lesung itu terapung-apung. Nyai
Latung melihat para tetangganya sudah mati tenggelam. Setelah beberapa lama,
air berhenti naik dan perlahan-lahan mulai surut. Lesung Nyai Latung terbawa
menepi sehingga ia dapat naik ke darat. Hanya ia yang selamat dari banjir.
Warga desa yang lain semuanya tewas. Air tidak seluruhnya kering kembali namun meninggalkan
genangan luas berbentuk danau yang sekarang disebut Rawa Pening.
Rawa Pening terletak di daerah Ambarawa. Rawa Pening luasnya
2670 hektare. Sekarang digunakan untuk pengairan dan budidaya ikan selain juga menjadi
tempat wisata. Enceng gondok yang memenuhi permukaannya digunakan untuk bahan kerajinan
dan keperluan lain. Sedangkan air sungai Tuntang yang berhulu di danau itu
digunakan untuk pembangkit listrik. Namun sekarang Rawa Pening mengalami
pendangkalan dan dikhawatirkan lambat laun akan lenyap bila tetap dibiarkan
seperti saat ini.
Legenda Candi Prambanan
Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar
yang bernama Prambanan. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang
terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging.
Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak mampu
menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan Prambanan dikuasai
oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso.
Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam.
“Siapapun yang tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!”, ujar
Bandung Bondowoso pada rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti
dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, Bandung Bondowoso suka
mengamati gerak-gerik Loro Jonggrang, putri Raja Prambanan yang cantik jelita.
“Cantik nian putri itu. Aku ingin dia menjadi permaisuriku,” pikir Bandung
Bondowoso.
Esok harinya, Bondowoso mendekati Loro Jonggrang. “Kamu
cantik sekali, maukah kau menjadi permaisuriku ?”, Tanya Bandung Bondowoso
kepada Loro Jonggrang. Loro Jonggrang tersentak, mendengar pertanyaan
Bondowoso. “Laki-laki ini lancang sekali, belum kenal denganku langsung
menginginkanku menjadi permaisurinya”, ujar Loro Jongrang dalam hati. “Apa yang
harus aku lakukan ?”. Loro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya
berputar-putar. Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan
membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak
mungkin, karena Loro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso.
“Bagaimana, Loro Jonggrang ?” desak Bondowoso. Akhirnya Loro
Jonggrang mendapatkan ide. “Saya bersedia menjadi istri Tuan, tetapi ada
syaratnya,” Katanya. “Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana
yang megah?”. “Bukan itu, tuanku, kata Loro Jonggrang. Saya minta dibuatkan
candi, jumlahnya harus seribu buah. “Seribu buah?” teriak Bondowoso. “Ya, dan
candi itu harus selesai dalam waktu semalam.” Bandung Bondowoso menatap Loro
Jonggrang, bibirnya bergetar menahan amarah. Sejak saat itu Bandung Bondowoso
berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Akhirnya ia bertanya kepada
penasehatnya. “Saya percaya tuanku bias membuat candi tersebut dengan bantuan
Jin!”, kata penasehat. “Ya, benar juga usulmu, siapkan peralatan yang
kubutuhkan!”
Setelah perlengkapan di siapkan. Bandung Bondowoso berdiri
di depan altar batu. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar. “Pasukan jin,
Bantulah aku!” teriaknya dengan suara menggelegar. Tak lama kemudian, langit
menjadi gelap. Angin menderu-deru. Sesaat kemudian, pasukan jin sudah
mengerumuni Bandung Bondowoso. “Apa yang harus kami lakukan Tuan ?”, tanya
pemimpin jin. “Bantu aku membangun seribu candi,” pinta Bandung Bondowoso. Para
jin segera bergerak ke sana kemari, melaksanakan tugas masing-masing. Dalam
waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah.
Sementara itu, diam-diam Loro Jonggrang mengamati dari
kejauhan. Ia cemas, mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. “Wah,
bagaimana ini?”, ujar Loro Jonggrang dalam hati. Ia mencari akal. Para dayang
kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. “Cepat bakar
semua jerami itu!” perintah Loro Jonggrang. Sebagian dayang lainnya disuruhnya
menumbuk lesung. Dung… dung…dung! Semburat warna merah memancar ke langit
dengan diiringi suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti fajar yang
menyingsing.
Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. “Wah, matahari
akan terbit!” seru jin. “Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan
matahari,” sambung jin yang lain. Para jin tersebut berhamburan pergi
meninggalkan tempat itu. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan
pasukan jin.
Paginya, Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke tempat
candi. “Candi yang kau minta sudah berdiri!”. Loro Jonggrang segera menghitung
jumlah candi itu. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. “Jumlahnya kurang satu!”
seru Loro Jonggrang. “Berarti tuan telah gagal memenuhi syarat yang saya ajukan”.
Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu. Ia menjadi sangat murka.
“Tidak mungkin…”, kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Loro Jonggrang.
“Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!” katanya sambil mengarahkan jarinya
pada Loro Jonggrang. Ajaib! Loro Jonggrang langsung berubah menjadi patung
batu. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan disebut Candi Loro
Jonggrang. Karena terletak di wilayah Prambanan, Jawa Tengah, Candi Loro
Jonggrang dikenal sebagai Candi Prambanan
Mareokoco Semarang Taman Mini Jawa Tengah
Taman Puri Mareokoco Semarang / Taman Mini Jawa Tengah terletak pada sisi sebelah barat tugu garuda pantai marina semarang atau lebih dikenal berada di kawasan PRPP (Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan),
PEDOMAN PENILAIAN ASPEK PSIKOMOTORIK
|
No
|
Aspek yang dinilai
|
Kriteria
|
Nilai
|
|
1
|
Kerjasama dalam berdiskusi
|
Siswa mampu
bekerjasama dengan semua anggota kelompok dan mampu menyelesaikan masalah
|
5
|
|
Siswa hanya
mampu bekerjasama dengan beberapa anggota kelompok dan mampu menyelesaikan masalah
|
4
|
||
|
Siswa hanya
bekerjasama dengan salah satu anggota kelompok dan mampu menyelesaikan masalah
|
3
|
||
|
Siswa tidak
mampu bekerjasama dengan anggota kelompok dan hanya menyelesaikan masalah sendiri.
|
2
|
||
|
Siswa hanya diam dan tidak ikut menyelesaikan masalah
|
1
|
||
|
2
|
Tanggung jawab atas hasil diskusi
|
Siswa mampu mempertanggung jawabkan atas hasil
diskusi yang diprsentasikan didepan kelas
|
5
|
|
Siswa dapat mempertanggung jawabkan atas hasil
diskusi yang dipersentasikan didepan kelas
|
4
|
||
|
Siswa kurang bisa mempertanggung jawabkan atas
hasil diskusi yang dipersentasikan didepan kelas
|
3
|
||
|
Siswa tidak mampu mempertanggung jawabkan atas
hasil diskusi yang dipersentasikan didepan kelas
|
2
|
||
|
Siswa tidak mau untuk mempresentasikan hasil
diskusi di depan kelas
|
1
|
||
|
3
|
Mengemukakan
pendapat
|
Siswa berani mengemukakan pendapat dengan baik dan
benar
|
5
|
|
Siswa berani mengemukakan pendapat dengan tepat
namun bahasanya kurang dapat dipahami
|
4
|
||
|
Siswa berani
mengemukakan pendapat dengan bahasa yang dipahami tapi pendapatnya kurang
tepat
|
3
|
||
|
Siswa berusaha
mengemukakan pendapat tapi dalam penyampaiannya tidak mudah dipahami
|
2
|
||
|
Siswa hanya diam
dan tidak mengemukakan pendapat
|
1
|
||
|
4
|
Menghargai pendapat orang lain
|
Siswa mampu menghargai pendapat orang lain dengan
mendengarkan, tidak memotong pembicaraan dan tidak menjatuhkan pendapat
orang.
|
5
|
|
Siswa mampu menghargai pendapat orang lain dengan
mendengarkan dan tidak menjatuhkan pendapat orang lain
|
4
|
||
|
Siswa hanya mampu menghargai pendapat dengan
mendengarkan dan tidak memotong pendapat orang
|
3
|
||
|
Siswa hanya mampu menghargai pendapat orang lain
dengan mendengarkan pendapat saja.
|
2
|
||
|
Siswa tidak mampu menghargai pendapat orang lain.
|
1
|
||
|
5
|
Kemampuan menarik kesimpulan
|
Siswa mampu menyimpulkan materi yang diberikan
secara tepat dan benar dengan bahasa yang mudah dipahami
|
5
|
|
Siswa mampu menyimpulkan materi dengan benar namun
bahasanya kurang dapat dipahami
|
4
|
||
|
Siswa mampu menyimpulkan materi yang diberikan
dengan didampingi oleh guru
|
3
|
||
|
Siswa kurang mampu menyimpulkan materi yang
diberikan oleh guru
|
2
|
||
|
Siswa tidak dapat menyimpulkan materi yang
diberikan oleh guru
|
1
|
Kriteria Penskoran
Skor Maksimal: 30
1).
Ketuntasan Individu dihitung dengan rumus :
Persentase (%) = jumlah skor yg diperoleh/skor maksimal x 100%
Kriteria
presentase skor siswa
|
No
|
Rentang
skor
|
Kategori
|
|
1
|
84%
- 100 %
|
Sangat
baik
|
|
2
|
67%
- 83%
|
Baik
|
|
3
|
50%
- 66%
|
Cukup
|
|
4
|
33%
- 49%
|
Kurang
|
|
5
|
20%
- 32%
|
Sangat
kurang
|
2).
Ketuntasan klasikal dihitung dengan rumus :
Ketuntasan
belajar klasikal = jumlah siswa yang tuntas belajar/jumlah siswa x 100%
3) Nilai
rata-rata dihitung dengan rumus:
Nilai rata-rata = Jumlah semua nilai / banyaknya siswa
Langganan:
Postingan (Atom)














.jpg)







